PERTANYAAN
DAN JAWABAN PRESENTASI KELOMPOK 6
BAB
6
PEMERIKSAAN
KEUANGAN
AUDIT
SEKTOR PUBLIK
Nama (NPM) : Vinsent Ryan Kusnadi (150810052)
: Meylani (150810024)
: Septi Diana (150810084)
Dosen : Puspita Rama Nopiana, S.E.,
Ak., M.M., CA.
Kode
Kelas : 172-ACD19-N2
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN HUMANIORA
UNIVERSITAS PUTERA BATAM
2018
Pertanyaan Peserta
1.
Kelompok
9 (Ferdy)
Apa sih
bedanya BPKP dengan BPK?
Jawaban :
BPKP adalah aparat pengawasan intern pemerintah yang bertanggung jawab langsung
kepada Presiden. Sebagaimana diamanatkan dalam dalam PP Nomor 60 Tahun 2008
tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), BPKP melakukan pengawasan
intern terhadap akuntabilitas keuangan negara atas kegiatan tertentu yang
meliputi:
a)
kegiatan yang bersifat lintas sektoral;
b)
kegiatan kebendaharaan umum negara berdasarkan
penetapan oleh Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara; dan
c)
kegiatan lain berdasarkan penugasan dari presiden
Peraturan
Presiden Republik Indonesia Nomor 192 Tahun 2014 Tentang Badan Pengawasan
Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menyebutkan bahwa BPKP mempunyai tugas
menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pengawasan keuangan
negara/daerah dan pembangunan nasional.
BPK
(Badan Pemeriksa Keuangan) adalah lembaga negara yang bertugas untuk memeriksa
pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara (UU Nomor 15 Tahun 2006 tentang
Badan Pemeriksa Keuangan).
BPK
menyerahkan hasil pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan
negara kepada DPR, DPD, dan DPRD sesuai dengan kewenangannya.
- Kelompok 10 (Febrita)
Apa
itu Peer Review ?
Jawaban
: Peer
review adalah evaluasi kerja oleh satu atau lebih orang dengan kompetensi yang
serupa dengan rekan-rekan kerja. Ini merupakan bentuk pengaturan diri oleh
anggota yang memenuhi syarat dari profesi dalam bidang yang relevan. Metode
tinjauan sejenis digunakan untuk menjaga standar kualitas, meningkatkan kinerja,
dan memberikan kredibilitas.
- Kelompok 7 (William)
Dalam
pengujian substantif terdiri dari tiga jenis. sebutkan tujuan dari
masing-masing pengujian tersebut
Jawaban :
a. Tujuan
dilakukannya pengujian atas transaksi adalah untuk menentukan apakah transaksi
akuntansi klien telah terotorisasi dengan pantas, dicatat, dan diikhtisarkan
dalam jurnal dengan benar dan diposting ke buku besar dan buku pembantu dangan
benar.
b.
Tujuan penggunaan prosedur analitis
adalah: Memahami bidang usaha klien, Menetapkan kemampuan
hidup entitas, Indikasi timbulnya kemungkinan salah saji dalam laporan
keuangan, Menggurangi pengujian audit yang lebih rinci.
c. Tujuan
pengujian detail saldo akun: menetapkan materialitas dan resiko audit yang
dapat di terima dan resiko bawaan suatu akun, Menetapkan resiko pengendalian
untuk suatu siklus akuntansi, Merancang pengujian pengendalian, transaksi dan
prosuder analisis untuk suatu siklus akuntansi., Merancang pengujian detail
saldo untuk memenuhi setiap tujuan spesifik
- Kelompok 8 (Daniel)
Jelaskan
Tahap Pengkajian ?
Jawaban
: Tahap Pengkajian atau penelaahan adalah tahap dimana dilakukannya pemeriksaan
yang lebih lanjut untuk memastikan adanya kesalahan atau tidak.
- Kelompok 2 (Vincent)
Dalam
pernyataan standar umum kedua, semua hal yang berkaitan dengan pekerjaan
pemeriksaan, organisasi pemeriksa dan pemeriksa harus bebas dalam dalam sikap
independensi, gangguan pribadi, gangguan ektern, gangguan organisasi tolong
jelaskan keempat maksud tersebut?
Jawaban :
a)
Independensi
Organisasi
pemeriksa dan para pemeriksanya bertanggung jawab untuk dapat mempertahankan
independensinya sedemikian rupa, sehingga pendapat, simpulan, pertimbangan atau
rekomendasi dari hasil pemeriksaan yang dilaksanakan tidak memihak dan
dipandang tidak memihak oleh pihak manapun.
b) Gangguan Pribadi
Gangguan
pribadi yang disebabkan oleh suatu hubungan dan pandangan pribadi mungkin
mengakibatkan pemeriksa membatasi lingkup pertanyaan dan pengungkapan atau
melemahkan temuan dalam segala bentuknya. Pemeriksa bertanggung jawab untuk
memberitahukan kepada pejabat yang berwenang dalam organisasi pemeriksanya
memiliki gangguan pribadi terhadap independensi.
c) Gangguan Ekstern
Gangguan
ekstern bagi organisasi pemeriksa dapat membatasi pelaksanaan pemeriksaan atau
mempengaruhi kemampuan pemeriksa dalam menyatakan pendapat atau simpulan hasil
pemeriksaannya secara independen dan objektif.
d) Gangguan Organisasi
Independensi
organisasi pemeriksa dapat dipengaruhi kedudukan, fungsi dan struktur
organisasinya. Dalam hal melakukan pemeriksaan, organisasi pemeriksa harus bebas
dari hambatan independensi. Pemeriksa yang ditugasi oleh organisasi pemeriksa
dapat dipandang bebas dari gangguan terhadap independensi secara organisasi,
apabila melakukan pemeriksaan di luar entitas tempat ia bekerja.
- Kelompok 1 (Margarete)
Tadikan
ada di jelasakan mengenai no. 3 tahap pelaksanaan pengujian pemeriksaan
Nah,
yang maksud dari efektivitas struktur pengendalian intern laporan dan berikan
contohnya?
Jawaban
: kebijakan dan prosedur yang dapat membantu mengarahan manajemen hendaknya
dilkasanakan
Contoh:
pemisahaan fungsi, tugas, wewenangan yang cukup
7. Kelompok 4 (Vivi Yanti)
Perbedaan
pemeriksaan keuangan, pemeriksaan kinerja dan pemeriksaan dengan tujuan
tertentu ?
Jawab
: pemeriksaan keuangan memberikan opini atas kewajaran penyajian laporan
keuangan, pemeriksaan kinerja menilai
kinerja suatu organisasi, program, atau kegiatan yang meliputi audit
atas aspek ekonomi, efisiensi, efektivitas sedangkan pemeriksaan dengan tujuan
tertentu bertujuan untuk memberikan simpulan atas suatu hal yang diperiksa pemeriksaan dengan
tujuan tertentu dapat bersifat eksaminasi(putusan pengadilan), reviu, atau
prosedur yang disepakati.
8. Kelompok 3 (Juliani)
Syarat
laporan yang profesional seperti apa?
Jawaban
:
1.
Lengkap. Laporan harus memuat semua
informasi yang dibutuhkan untuk memenuhi tujuan audit, meningkatkan pemahaman
yang benar dan memadai atas hal yang dilaporkan, dan memenuhi persyaratan isi
laporan.
2.
Akurat. Laporan harus menyajikan bukti yang
benar dan menggambarkan temuan dengan tepat
3.
Obyektif. Laporan harus disajikan secara
seimbang dalam isi dan nada. Ini berarti auditor harus menyajikan hasil audit
secara netral dan menghindari kecenderungan melebih-lebihkan atau terlalu
menekankan kinerja yang kurang.
4.
Meyakinkan. Laporan audit harus menjawab
tujuan audit, temuan disajikan secara persuasif, dan kesimpulan serta rekomendasi
disusun secara logis berdasarkan fakta yang disajikan.
5.
Jelas. Laporan audit harus mudah dibaca dan
dipahami.
6.
Ringkas. Laporan audit harus disajikan secara
ringkas tidak lebih panjang dari yang diperlukan untuk mendukung pesan
9. Kelompok 5 (Fenny)
Mengapa
Perencanaan merupakan tahap yang cukup sulit dan menentukan keberhasilan
penugasan audit.
Jawaban
: karena perencanaan mengatur mengenal urutan setiap bagian atau tahapan untuk
mencapai tujuan yang diinginkan dan dalam Standar pekerjaan lapangan pertama
dalam standar auditing menyatakan bahwa :“Pekerjaan harus direncanakan dengan
sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya.”Perencanaan
audit meliputi pengembangan strategi menyeluruh pelaksanaan dan lingkup audit
yang diharapkan. Auditor harus merencanakan audit dengan sikap skeptis
profesional tentang berbagai hal seperti integritas manajemen, kekeliruan dan
ketidakberesan, dan tindakan melawan hukum.



